BREAKING NEWS

30 Hari Berlalu, DPD Partai Gerakan Rakyat Selayar, Minta Pencarian Korban KLM Nurul Salsa Dibuka Kembali


Di tengah penantian yang tak kunjung berakhir atas nasib para korban hilang dalam tragedi karam dan tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di perairan sebelah barat Desa Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar, Fadly Syarif, S.I.Kom., kembali menyuarakan harapan agar upaya pencarian korban bisa dibuka kembali.

Memasuki hari ke-30 pascakejadian, Fadly Syarif mengajak Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Pemerintah Kota Bima, serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk turut membantu mengefektifkan penyisiran dan pencarian terhadap 25 korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Menurutnya, pelibatan lintas daerah menjadi langkah penting mengingat kemungkinan korban terbawa arus hingga memasuki perairan di luar wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar. 

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah di wilayah tersebut dapat mengoptimalkan koordinasi dengan unsur Basarnas, TNI Angkatan Laut, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memperluas jangkauan pencarian.

Selain itu, Fadly juga mengimbau seluruh armada kapal yang melintasi perairan Pangkep, Bima, maupun Nusa Tenggara Timur agar turut memantau kondisi di laut dan segera melaporkan apabila melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Secara khusus, ia menitipkan harapan kepada nakhoda dan awak KM Sabuk Nusantara 52, KM Maloli, KM Sabuk Nusantara 27, serta KM Sabuk Nusantara 85 agar ikut melakukan pemantauan selama pelayaran dan segera melaksanakan evakuasi apabila menemukan korban hanyut di sepanjang lintasan pelayaran mereka.

Fadly juga berharap Pos SAR Selayar bersama instansi terkait dapat membangun komunikasi yang lebih intensif dengan operator kapal yang beroperasi di lintasan tersebut. 

Menurutnya, penyediaan kantong jenazah di atas kapal juga perlu dipertimbangkan sebagai langkah antisipasi apabila ditemukan jasad korban meninggal dunia selama perjalanan pelayaran, sehingga proses evakuasi dapat dilakukan secara cepat, layak, dan sesuai prosedur. (*)
Posting Komentar